Berita & Informasi

Sosialisasi MEDSOS dalam berbagai pandangan

Selasa, 14 Mei 2019, setelah mengerjakan PAT dan jamaah sholat dhuhur di Masjid Baitus Solihin MAN 3 Bojonegoro, semua siswa-siswi kelas X dan XI beserta guru dan karyawan MAN 3 tetap hidmad walau dalam keadaan puasa saat mendengarkan paparan tentang sosialisasi medsos ditinjau dari beberapa pandangan. Sosialisasi ini adalah program dari Pemerintah Kecamatan Ngraho yang bekerjasama dengan beberapa pihak terkait. Sasarannya adalah para remaja di kawasan kecamatan Ngraho.

Diawali sambutan dari kepala MAN 3 Bojonegoro, Drs. Bambang Wiyono, beliau menghimbau kepada siswa/i agar memperhatikan sosialisasi tentang medsos ini karena materi ini akan menentukan masa depan siswa-siswi, masa depan yangbaik atau yang tidak baik.

Sekcam Ngraho, Bapak Koharuddin yang biasa dipanggil pak Udin, sebagai penyelenggara program, dalam pembukaannya beliau menyampaikan Peran medsos ditinjau dari segi hukum, agama dan kesehatan.

Sosialisasi ini tentang penggunaan media sosial, berita HOAK, dan dampaknya terhadap kesehatan di usia remaja.

Pak Koharuddin menyampaikan juga, jika kita sebagai pengguna medsos harus bijak, dan harus tetap perlu bimbingan/pendampingan orang tua apalagi di usia remaja. Selain itu kita sebagai pengguna harus tahu manfaat dan madhorot medsos dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa pandangan/arahan tentang medsos:

Sisi hukum oleh bapak Kustiyono dari polsek Ngraho.

Pemaparannya diawali dengan menguraikan APJI (Asosiasi Penyelenggara Pengguna Jasa Internet Indonesia), dari situ terlihat jika di Indonesia ada 7,6 juta pengguna FB
19,9 juta IG dan medsos-medsos yang lain. Berawal dari hal tersebut pemerintah membuat sebuah UU IT. Pembuatan UU ITE dilatarbelakangi dengan Berita HOAK menjadi rekor terbanyak penyebarannya.

Beliau juga menyampaikan sisi positif dan negatif dari medsos, salah satu contoh dari segi positif medsos bisa menambah wawasan tentang dunia. Salah satu contoh segi negatifnya adalah salah satu orang belajar agama tetapi tidak ada bimbingan sehingga bertemu dengan ajaran islam keras, maka ikutlah pengguna itu ke suatu tempat di mana semua keluarga nya tidak tahu dia ada dimana. Masih banyak lg contoh-contoh perilaku negatif/menyimpang dr medsos.

Disambutan akhirnya pak Kus berpesan kepada audien kalau posting sesuatu di medsos postinglah yang baik-baik.

Masalah yang paling banyak terjadi di medsos adalah:

  • masalah kesusilaan yang didominasi anak usia Remaja
  • masalah perjudian
  • penghinaan/ pencemaran nama baik
  • Hoak
  • menyebarkan kebencian, permusuhan baik kelompok atau individu

Dari segi Kesehatan

Perwakilan dari dinas kesehatan yang diwakili oleh bu bidan Ayu, beliau menyampaikan tentang dampak positif dan negatif medsos, diantaranya;

  • Remaja punya rasa keingintahuan lebih besar dibanding yang lain sehingga rasa ingin mencoba sesuatu juga lebih tinggi
  • Bertemanlah yang baik, kalau berteman dengan yang baik mereka tidak akan memposting hal negatif ke publik
  • Banyak memelototi HP sehingga mata sakit, kepala pusing dan obesitas (memberi sinyal lapar pada tubuh karena ‘mager’ atau malas gerak)

Dari segi Agama

Kepala KUA Ngraho, bapak Mujib mengawali sambutanya dengan menyampaikan sebuah hadits ‘Kullukum ro’in wa kullukum mas-ulun ‘an Ro’iyatihi’ : setiap orang (laki-laki perempuan) adalah pemimpin. Pemimpin untuk diri sendiri.

Usia remaja bisa dikatakan usia akil baligh sehingga segala sesuatu yang terkait dosa dan pahala harus menjadi tanggung jawab masing-masing invidu, yang sudah harus mengetahui mana yang baik dan yang tidak baik.

Dari paparan yang sudah disampaikan bisa diambil kesimpulan, sebagai pengguna medsos (remaja) harus bisa memanfatkan media sosial dengan sebaik-baiknya dari berbagai sisi, dengan ridho Allah untuk mencari ilmu.

(Humas MAN 3)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close